Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (Edisi Terbaru)

Selamat datang di Ruangguru.my.id_Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 dan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 serta  Peraturan Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan  Nomor 26017/B.B1.3/HK/2018 Tentang Petunjuk teknis penugasan guru sebagai kepala sekolah (khususnya lampiran IV).

Dalam peraturan tersebut ada tiga istilah terkait dengan penilaian tuas sebagai kepala sekolah yaitu penilaian prestasi kerja , penilaian kinerja  dan uji kompetensi kepala sekolah

Penilaian Prestasi Kerja Kepala Sekolah adalah suatu proses penilaian yang dilakukan secara sistematis oleh pejabat penilai terhadap sasaran kerja dan perilaku kerja serta kehadiran Kepala Sekolah. Sasaran kerja Kepala Sekolah meliputi rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang Kepala Sekolah yang di dalamnya termasuk rencana PKB.

Perilaku kerja Kepala Sekolah meliputi aspek orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, kerjasama dan kepemimpinan.


Kehadiran Kepala Sekolah ditunjukkan dengan laporan kehadiran, baik yang didasarkan pada daftar hadir secara tertulis maupun secara elektronik, yang menunjukkan keaktifan Kepala Sekolah yang bersangkutan.

Penilaian kinerja kepala sekolah adalah bagian dari penilaia prestasi kepala sekolah yaitu  penilaian terhadap setiap butir kegiatan tugas kepala sekolah yang menjadi beban kerjanya dalam rangka pembinaan karir, kepangkatan dan jenjang jabatannya.

Uji kompetensi Kepala Sekolah adalah penilaian terhadap Kepala Sekolah yang akan menyelesaikan periode ketiga atau masa kerja 12 (dua belas) tahun sebagai Kepala Sekolah dan akan ditugaskan kembali menjadi Kepala Sekolah pada periode keempat. Alat uji kompetensi adalah fortofolio kenerja kepala sekolah dan karya best practice  yang disusun kepala sekolah.

B. Dasar Hukum Penilaian Kinerja Kepala Sekolah

Sebabagai dasar hukum penilaian kinerja kepala sekolah adalah Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2017 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 dan Permendikbud Nomor 06 tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah serta Peraturan Direktur Jenderal Guru Dan Tenaga Kependidikan  Nomor 26017/B.B1.3/HK/2018 Tentang Petunjuk teknis penugasan guru sebagai kepala sekolah.

Dalam peraturan tersebut dijelaskan bahwa Beban kerja  kepala satuan pendidikan sepenuhnya untuk melaksanakan tugas manajerial,pengembangan kewirausahaan, dan  supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan.

Dalam keadaan tertentu selain melaksanakan tugas sebagai kepala satuan pendidikan dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan guru pada satuan pendidikan.

BACA JUGA: BAGAIMANA MENGELOLA KEUANGAN DISEKOLAH?

C. Tujuan

Tujuan penilaian kinerja kepala sekolah adalah untuk menjamin objektivitas pembinaan tenaga kependidikan yang didasarkan pada sistem  prestasi dan sistem karir

D. Prinsip Penilaian

Prinsip penilaian kinerja kepala sekolah   dilaksanakan dengan prinsip : 1) Obyektif, artinya penilaian dilakukan sesuai dengan keadaan sebenarnya; 2) Terukur artinya penilaian yang dilakukan dapat di ukur dari segi kuantitas dan kualitatif, 3)Akuntabel artinya proses dan hasil penilaian dapat dipertanggungjawabkan kepada pejabat yang berwewenang dan,  4) Partisipatif artinya penilai dengan kepala sekolah terlibat secara aktif dalam seluruh proses penilaian prestasi kerja. 5) Transpran artinya penilaian dilakukan terbuka dan tidak bersifat rahasia.

E. Ruang Lingkup

Pelaksanaan beban kerja yang menjadi tugas pokok kepala sekolah selanjutnya diukur dengan prestasi kerja kepala satuan pendidikan. Prestasi kerja yang dimaksud dilihat dari tiga sisi yaitu:

Sasaran Kerja Pegawai (SKP) yang terdiri dari 2 komponen pertama ,  penilaian kinerja yaitu hasil pelaksanaan tugas manajerial, hasil pelaksanaan jiwa kewirausahaan dan hasil pelaksanaan tugas supervisi kepada guru dan tenaga kependidikan kedua, pelaksanaan pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Perilaku kerja yang terdiri dari  Orientasi pelayanan, Integritas,  Komitmen, Disiplin, dan  Kerjasama
Kehadiran kepala satuan pendidikan di tempat tugas yang diukur dengan

Persentase ketidak hadiran : NKH = 100 – (x+y)/46 x 100%

NKH: Nilai Kinerja Kepala Sekolah berdasarkan kehadiran,

100 % = Persentase maksimal kehadiran

X= Jumlah hari tidak masuk kerja tanpa pemberitahuan,
y= Konversi Jumlah hari tidak masuk kerja berdasarkan kumulatif lambat datang dan cepat pulang dibagi 7,5 dan 46= Angka ketetapan berdasarkan jumlah hari tidak masuk kerja yang menyebabkan pemberhentian dengan hormat atas permintaan sendiri atau pemberhentian dengan tidak hormat

 F. Langkah –langkah Penilaian

1. Penilaian dalam SKP

Langkah1) Pengumpulan data/fakta setiap butir penilaian
Langkah 2) Penentuan Skor setiaf indikator berdasarkan analisis data/fakta
Langkah 3) Penentuan Nilai Butir berdasarkan perolehan skor
Langkah 4) Penentuan Nilai SKP
Langkah 5) Penilai menghitung 60% dari SKP

2. Penilaian Perilaku Kerja

Langkah 1) Pengumpulan data/fakta setiap butir penilaian perilaku kerja
Langkah 2) Penentuan skor  indikator  untuk setiap aspek  penilaian perilaku kerja
Langkah 3) Penentuan nilai aspek berdasarkan perolehan skor
Langkah 4) Penentuan nilai perilaku kerja
Langkah 5) Penilai menghitung 40% dari perilaku kerja

3. Penilaian terhadap Kehadiran

Langkah 1) Rekapitulasi hari ketidakhadiran tanpa keterangan per tahun (x)
Langkah 2) Rekapitulasi data keterlambatan datang dan cepat pulang
Langkah 3) Konversi jumlah hari  tidak hadir berdasarkan keterlambatan & kecepatan pulang
Langkah 4) Penentuan Nilai Kehadiran (%)
Langkah 5 ) Penentuan NKH
Adapun hasil akhir penilaian menggunakan rumus :
 60% SKP + (40% Perilaku Kerja)X NKH
           Dengan Kriteria :
           91 – 100 : Sangat baik
           76 – 90   :  Baik
           61 – 75 : Cukup
           51 – 60 : Kurang
           50 – ke bawah : Buruk
         
G. Penilai

Komponen SKP dan Kehadiran dinilai oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/  Kabupaten/Kota dengan delegasi penilai Tim Penilai: Pengawas sekolah dan/atau pihak yang ditunjuk tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota sesuai dengan jenjang sekolah .

Sedangkan perilaku kerja dinilai oleh 8 komponen yaitu penilaian prilaku oleh pengawas sekolah sebanyak 1 orang, guru 10 orang, tenaga perpustakaan 3 orang, tenaga laboratorium 3 orang, tenaga administrasi 3 orang, komite sekolah 3 orang, peserta didik 10 orang, orang tua peserta didik (bukan komite) 10 orang.
       
BIDANG TUGAS KEPALA SEKOLAH YANG DINILAI

A. Tugas Manajerial

A.1 . Membuat program dan perencanaan sekolah  
Perencanaan Program Sekolah
Kepala Sekolah Menyusun Perencanaan Program
 A.2.  Melakukan Pengelolaan Standar Nasional Pendidikan
Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Kompetensi Lulusan
Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Isi
Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Proses Pendidikan
Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar penilaian pendidikan
Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
 Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Sarana dan Prasarana
 Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Pembiayaan
 Kepala sekolah melaksanakan dan mencapai Standar Pengelolaan
 A.3.  Pengawasan dan Evaluasi .
Kepala sekolah melaksanakan pengawasan
Kepala sekolah melaksanakan evaluasi
 A.4 . Kepemimpinan Sekolah
Kepala sekolah menjalankan kepemimpinan sekolah
Mengelola Sistem Informasi Manajemen
Kepala sekolah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Sekolah
Point A.1 dan A.2 diarahkan kepada penilaian kinerja kepala sekolah dalam peningkatan kualitas dan berbasis  bukti fisik peningkat an mutu 8 SNP yaitu: 

1. Standar Isi  terdiri dari 5 Item 
Mengembangkan Perangkat Pembelajaran
Memfasilitasi Guru Menyusun Perangkat Pembelajaran
Menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Mengembangkan kurikulum sesuai dengan prosedur operasional pengembangan KTSP
Melaksanakan kurikulum sesuai ketentuan
2. Standar  Proses  terdiri dari 12 item
Mengembangkan Silabus Semua Mata Pelajaran
Memfasilitasi semua guru untuk mengembangkan RPP
Membimbing guru menyusun RPP sesuai standar proses
Mengalokasikan waktu dan beban belajar sesuai ketentuan
Mengalokasikan waktu dan beban belajar sesuai ketentuan
Menyiapkan buku teks pelajaran dalam proses pembelajaran sesuai jumlah peserta didik
Membina guru untuk melaksanakan pengelolaan kelas yang baik
Menyusun  program supervisi akademik
Melakukan supervisi proses pembelajaran terhadap seluruh guru setiap tahun
Memantau proses pembelajaran
Melaksanakan Tindak Lanjut Hasil Supervisi Akademik
Menyusun laporan hasil supervisi
3. Standar Kompetensi Lulusan terdiri dari 7 item
Melaksanakan program penguatan PPK sikap religious
Melaksanakan program penguatan PPK sikap sosial
Melaksanakan program Gerakan Literasi (GLS)
Melaksanakan kegiatan kesiswaan
Mengupayakan lulusan memiliki pengetahuan yang memadai
Memfasilitasi peserta didik untuk memiliki keterampilan berfikir dan bertindak kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif melalui pengalaman
Memfasilitasi peserta didik memiliki keterampilan bertindak secara mandiri kolaboratif, dan komunikatif
4. Peningkatan Kualitas Standar  PTK terdiri 14 item
Memfasilitasi Guru Memiliki dan Meningkatkan  kualifikasi akademik minimum sarjana (S1)
Memfasilitasi Guru Menjadi Guru Profesional
Memberdayakan Guru Mengajar Sesuai Latar Pendidikannya
Memfasiltasi guru untuk menguasai kompetensi yang tinggi melalui berbagai kegiatan
Mengupayakan Pemenuhan Guru BK di Sekolahnya
Mengupayakan Pemenuhan Guru TIK di Sekolahnya
Menyiapkan dirinya untuk Pemenuhan Persyaratan Menduduki Jabatan Sebagai Kepala Sekolah
Menugaskan Kepala Tenaga Administrasi Sekolah Memenuhi Ketentuan yang Berlaku
Menugaskan Tenaga Administrasi Sesuai Ketntuan yang berlaku
Menugaskan Kepala Perpustakaan Memenuhi Ketentuan yang Berlaku
Menugaskan Tenaga Perpustakaan Sesuai Ketentuan yang Berlaku
Menugaskan Kepala Laboratorium Sekolah Sesuai Ketentauan yang Berlaku
Menugaskan Tenaga Laboran Sesuai Ketentaun yang Berlaku
Menugaskan Tenaga Layanan Khusus sesuai Kebutuhan
5. Peningkatan Kualitas Standar  Sarana dan Prasarana terdiri dari 26 item
Menyiapkan Luas Lahan Sekolah Memenuhi Ketentuan
Menyiapkan Lahan yang Memadai untuk Sekolah
Mengembangkan Luas Bangunan Sekolah Sesuai Ketentuan
Membangun Gedung Sekolah dengan Kualitas Sesuai Ketentuan
Membangun Gedung Sekolah memenuhi Syarat Kesehatan
Melengkapi Prasarana Sekolah sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Pimpinan sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Guru sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Kelas sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Tempat Ibadah Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Perpustakaan sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Laboratorium Biologi Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Laboratorium Fisika Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Laboratorium Kimia SesuaiKetentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Laboratorium Komputer Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Laboratorium Bahasa SesuaiKetentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Tenaga Administrasi SesuaiKetentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Konseling Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang UKS Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Osis Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Jamban Peserta Didik  SesuaiKetentuan
Mengembangkan/melengkapi Gudang Peserta Didik  SesuaiKetentuan
Mengembangkan/melengkapi Ruang Sirkulasi  Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Tempat Bermain dan Olahraga Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Kantin Sekolah  Sesuai Ketentuan
Mengembangkan/melengkapi Tempat Parkir Sesuai Ketentuan.
6. Peningkatan Kualitas Standar  Pengelolaan terdiri 12 item
Menyusun visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai ketentuan
Merumuskan dan menetapkan, Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) sesuai ketentuan
Menyusun pedoman pengelolaan pendidikan
Mengembangkan struktur organisasi sekolah yang lengkap dan efektif
Melaksanakan pengelolaan kesiswaan
Melaksanakan pengelolaan bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran
Menyusunan KTSP  dengan melibatkan beberapa unsur yang terkait
Memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah
Melaksanakan penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Menyusun pedoman pengelolaan pembiayaan  investasi dan operasional sesuai ketentuan
Memberdayakan peran serta masyarakat dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan dalam melakukan berbagai kegiatan pengelolaan pendidikan
Mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sekolah
7. Peningkatan Standar Pembiayaan terdiri dari 16 item
Mengalokasikan anggaran untuk investasi sekolah
Mengalokasikan anggaran biaya operasional nonpersonalia
Membuat dokumen investasi sarana dan prasarana secara lengkap setiap tahun
Membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan setiap tahun
Membelanjakan modal kerja setiap tahun
Memberikan biaya operasional untuk guru dan tenaga kependidikan
Merealisasikan rencana belanja anggaran pengadaan alat tulis setiap tahun
Merealisasikan rencana belanja anggaran pengadaan bahan dan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran
Merealisasikan rencana biaya pemeliharaan dan perbaikan berkala sarana dan prasarana setiap tahun
Merealisasikan biaya pengadaan daya dan jasa setiap tahun
Merealisasikan biaya transportasi dan perjalanan dinas serta konsumsi setiap tahun
Merealisasikan biaya pembinaan siswa dan ekstrakurikuler setiap tahun
Merealisasikan anggaran untuk pelaporan setiap tahun
Mengelola Sumbangan Pendidikan atau Dana dari Masyarakat
Membuat pembukuan keuangan yang akuntabel  setiap tahun
Membuat laporan pertanggungjawaban keuangan setiap tahun
8.  Peningkatan Pencapaian Standar Penilaian terdiri dari 9 item
Mengelola penilaian hasil belajar peserta didik sesuai prinsip penilaian
Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) seluruh mata pelajaran sesuai ketentuan.
Menugaskan Guru melaksanakan penilaian hasil belajar dengan berbagai teknik penilaia sesuai ketentuan penilaian
Menggunakan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran
Melaksanakan penilaian pengetahuan dengan berbagai teknik penilaian
Melaksanakan penilaian keterampilan dengan berbagai teknik penilaian
Melaksanakan penilaian berbagai tingkatan
Menentukan kelulusan siswa dengan mempertimbangkan berbagai penilaian sesuai ketentuan yang berlaku
Mengembangkan perencanaan penilaian sesuai prosedur penilaian
BACA JUGA: URGENSI TIM PENGEMBANG DI SEKOLAH 

B. Pengembangan Kewirausahaan
Perencanaan Pengembangan Kewirausahaan
Kepala sekolah merencanakan Pengembangan Kewirausahaan
Pelaksanaan Pengembangan Kewirausahaan
Kepala sekolah melaksanakan Program Pengembangan Jiwa  Kewirausahaan dan Pengembangan Unit Produksi
Evaluasi Pengembangan Kewirausahaan
Kepala sekolah melaksanakan Evaluasi Pengembangan Kewirausahaan
C. Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Perencanaan Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Kepala sekolah merencanakan Program Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Pelaksanaan Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Kepala sekolah melaksanakan Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Evaluasi Pelaksanaan Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
Kepala sekolah melaksanakan Evaluasi Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan
D. Pelaksanaan Tugas Tambahan
Pelaksanaan Pembelajaran
Melaksanakan kegiatan pembelajaran
Kepala sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran selama satu tahun pelajaran bagi sekolah yang kekurangan guru Pelaksanaan Promosi Budaya Indonesia bagi Kepala SILN
Melaksanakan Promosi Budaya Indonesia bagi Kepala SILN
Kepala sekolah melaksanakan kegiatan promosi budaya Indonesia bagi Kepala SILN
E.   Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
PKB1 (Diklat Fungsional)
PKB2(Melaksanakan Kegiatan Kolektif)
PKB3 (Melaksanakan publikasi Ilmiah  hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal)
PKB4 (Melaksanakan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman kepala sekolah)
PKB5  (Melaksanakan Karya Inovatif)
PKB6 (Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas kepala sekolah)
PKB1 (Diklat Fungsional)
PKB2(Melaksanakan Kegiatan Kolektif)
PKB3 (Melaksanakan publikasi Ilmiah  hasil penelitian atau gagasan ilmu pada bidang pendidikan formal)
PKB4 (Melaksanakan publikasi buku teks pelajaran, buku pengayaan, dan pedoman kepala sekolah)
PKB5  (Melaksanakan Karya Inovatif)
PKB6 (Melaksanakan kegiatan yang mendukung tugas kepala sekolah)

Sumber : jontarnababan.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (Edisi Terbaru)"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel