Meski Kerja di Rumah, Guru Tetap Wajib Buat Laporan Kinerja Harian

Selamat datang di Ruangguru.my.id_Meski kerja di rumah (work from home), seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya guru tetap bertanggungjawab memantau anak didik di rumah. Para guru pun diberikan target harian berupa pelaporan kinerja harian bagi guru.

"Jadi tetap dievaluasi siswanya. Kemudian nanti kan ada evaluasi progresnya. Misalnya, bagaimana kegiatan mereka di sekolah, di rumah itu, berapa persen siswa yang mengerjakan tugas yang diberikan, berapa persen orang tua melakukan pendampingan. Itu semua dievaluasi.

" tukas Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sulsel, Basri kepada SINDOnews, kemarin.

Diketahui, Disdik Sulsel sudah lebih dulu mensosialisasikan kebijakan pemindahan aktivitas belajar ini khusus sekolah dibawah naungannya di tingkat SMA/SMK. Imbauan ini ditekankan kepada para siswa saja.

Penetapan pemindahan aktvitas belajar mengajar ini mulai berlaku sejak tanggal 18-31 Maret. Dalam pelaksanaannya, tugas tiap guru mata pelajaran kedepan harus merancang tugas-tugas yang diberikan kepada anak didik dengan memanfaatkan sistem tekonologi informasi.

Dalam penyelesaiannya, pun harus didampingi orang tua siswa di rumah. "Nah, tugas guru dan pihak sekolah memastikan iti berjalan. Nanti akan direkap capaian kinerja dari situ. Tentu nanti disitu akan tergambar bahwa guru aktif berinteraksi. Ini aktif melakukan kegiatan-kegiatan dan mengobtrol siswanya," lanjut Basri.

Penyesuaian aktivitas kedinasan ASN tenaga guru di rumah, dikatakan Basri pun menyesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan sekolah masing-masing.

Kepala sekolah diharap proaktif mengontrol agar layanan pendidikan tetap berjalan. "Kita kan juga menjalankan sistem MBS (manajemen berbasis sekolah). Itu diberikan kepada kepala sekolah melakukan kreativitas sesuai kemampuan sekolah.

Intinya adalah tidak boleh ada siswa dan orang tua siswa yang justru keluyuran karena pemindahan aktivitas belajar di rumah. Proses pembelajaran jalan yang capaian-capaiannya akan dievaluasi," jelasnya.

Sementara Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, Sumarlin menambahkan, kebijakan aktivitas kedinasan ASN dikerjakan dari rumah memang juga berlaku bagi tenaga guru berstatus ASN.

Langkah ini selaras dengan imbauan sebelumbya dimana tiap sekolah juga diliburkan. "Kebijakan inikan untik semua pegawai. Gurukan ASN juga. Sementara sekolah kan diliburkan. Otomatis kalau anak didik libur, gurunya juga begitu," ucap Sumarlin.

Hanya saja dia menekankan, meski aktivitas kedinasan dilakukan dari rumah, tiap pegawai termasuk guru tetap dibebankan target kerja yang harus dicapai tiap harinya.

Sementara kehadiran, salah satu indikator kinerja ASN, bisa dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi teknologi informasi. "Kalau merujuk surat edaran, penekanannya memang kerja di rumah tapi ada sistem absen melalui aplikasi smart office.

Kan disitu ada form di dalam yang menampilkan nama dan jabatan pegawai, dan status kerjanya dimana, di rumah atau kantor. Di aplikasi itu juga sudah ada pelaporan target kinerjanya," urai dia.

Kebijakan aktivitas kedinasan ASN dilakukan dari rumah ini berlaku sampai 31 Maret 2020. "Tapi ini akan dievaluasi berdasarkan kondisi perkembangan kedepan," pungkas Sumarlin.

Sumber : sindonews.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Meski Kerja di Rumah, Guru Tetap Wajib Buat Laporan Kinerja Harian"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel