Covid-19 Mengajak Orangtua tau Bagaimana Rasanya Menjadi Guru

Selamat datang di Ruangguru.my.id_Setelah pandemi corona (Covid-19) menjadi ramai, bahkan terjadi peningkatan kasus dari hari ke hari, dengan merespon surat yang disampaikan oleh WHO kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo terkait kasus corona (covid-19) yang sudah berdampak dengan 96 orang yang positif terinfeksi virus menakutkan ini, bahkan tercatat ada penambahan lagi orang yang dalam pengawasan dan pemantauan, juga dikabarkan ada pasien yang sudah meninggal dunia, maka dengan segala pertimbangan beberapa kepala daerah mengambil kebijakan supaya anak belajar dirumah dengan program daring (dalam jaringan)


Indonesia dengan penanganan kasus demi kasus terkait virus yang saat ini mengheboh cukup mendapat apresiasi dari berbagai kalangan termasuk organisasi kesehatan dunia WHO, hanya saja untuk mendukung penanganan yang lebih intens, sekaligus berupaya memutus perkembangan yang berdampak luas maka keputusan 14 hari anak dibatasi aktivitasnya dari kerumunan banyak orang adalah alternatif baik yang diharapkan bisa menyelamatkan banyak orang.

Corona dengan segala pemberitaan dan kontroversinya hadir dalam tampilan layaknya resurgensi atau lonjakan peningkatan penyakit baru yang memunculkan wabah patogen yang mematikan, membuat semakin waspada terhadap setiap gerak langkah ketika berada di tempat umum.

Lalu apa urgensinya,

Ketika anak dirumah bukan berarti anak bebas tanpa menyentuh buku, atau bebas berkeliaran, jika itu yang terjadi maka sudah dipastikan hal ini tidak akan berdampak baik, bahkan justru menjadikan harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

Seperti yang diungkapkan oleh peneliti dari Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Nadia Fairuza Azzahra, di lansir dalam laman tirto.id (2020/03/16), bahwa "Belajar di rumah itu bukan libur, bukan berarti tidak ada aktivitas literasi. Ini yang perlu dipahami. Tetap belajar dengan target yang sudah ada di kurikulum," Tantangan lebih besar akan muncul jika kebijakan ini diterapkan di daerah dengan infrastruktur internet dan teknologi yang kurang memadai seperti di desa-desa. "Sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas pembelajaran online akan mengalami kesulitan dalam mengejar ketertinggalan materi pembelajaran,"

Beberapa ujaran sudah mulai terdengar seperti beberapa pernyataan berikut

Untuk apa anak diliburkan jika orangtua tetap bekerja, atau bagaimana mau sekolah dengan pola dalam jaringan (daring) jika laptop dan android saja tidak ada, atau bagaimana kalau sarana prasarana termasuk jangkauan sinyal susah, susahnya mengontrol anak untuk tidak bermain, susahnya membatasi aktivitas anak dengan kenakalannya serta banyak lagi keluhan orang tua.

Saya tersenyum, bukan bahagia namun lewat covid-19 ternyata ada sisi baik yang coba diterangkan Tuhan kepada orang tua. Fiks, 14 hari kedepan ini, siklus pendidikan akan sedikit bervariasi, di sela kesibukan orangtua dengan aktivitas pekerjaannya, sedikit memberikan pencerahan kepada orangtua bagaimana rasanya jadi guru, tenaga pendidik yang selama ini selalu menjadi sorotan, tenaga pendidik yang selalu dinilai salah mendidik.

Peran guru yang selama ini selalu diharapkan menjadi manusia yang tidak boleh salah, dituntut selau hadir dengan penuh kemuliaan, harus tampil laksana manusia yang sempurna tanpa cacat,

14 hari ini kami hanya bisa mendidik siswa kami dari jauh, dua pekan ini kami percayakan anak didik kami kepada bapak ibu selaku orangtua, dan kami percaya selaku orangtua yang melahirkannya, yang membesarkannya, yang volume kesehariaanya lebih banyak, orang tua pasti akan bisa melakukannya tanpa perlu mengeluh.

Jika ada sumbang saran, silahkan tuliskan di kolom komentar, silahkan share untuk berbagi kebaikan, terima kasih.

Sumber : gurusiana.id

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Covid-19 Mengajak Orangtua tau Bagaimana Rasanya Menjadi Guru"

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel